corona

Ketika wabah ini merebak tiga tahun yang lalu, langsung menjadi momok yg menakutkan, berawal dari sepasang ibu dan anak Corona masuk ke Indonesia,
Penyebaran nya sanpat masif sampe masuk kategori pandemi, pdhl waktu sekolah dulu aku cuman tau nya epidemi, rupanya pandemi itu cakupan nya melewati batas batas wilah yg sangat luas.
Awal nya dulu aku berfikir mudah2an cepat ditemukan obat nya, tapi sebagaimana flu2 yg lain blm ada obat yg terbukti bisa menjadi penawar, lalu didalam hatiku terfikir untu ditemukan vaksin nya, sebagaimana vaksin yg sdh akrab dikehidupan kita, seperti campak, Hepatitis polio dan lain-lain nya,
Ternyata apa yg aku fikirkan juga menjadi perhatian dunia lewat who dsb,
Lalu banyak riset pengembangan vaksin yg terasa sangat berjalan lambat pada waktu itu, ya harapan kita bertumpu pada ditemukan vaksin yg bisa menjadi penawar semua itu, setelah masuk tahun ketiga baru vaksin itu bisa tersedia untuk semua,
Ekspektasi kita sangat tinggi akan keefektifan vaksin tersebut, namun fakta dilapangan vaksin bukan solusi yg menyelesaikan masalah, karena org2 yg sdh divaksin tertap rentan tertular corona, untuk itu slogan 3M tetap menjadi protokol yg harus ditaati, dan aneh nya lagi vaksin ini tidak bisa menjadi jaminan orang yg telah divaksin bisa bebas kemana2, tetap harus melalui pemeriksaan kesehatan yg ketat,
Lalu aku bertanya dalam hati kecilku, dgn dana triliunan vaksin tidak bisa menjadi solusi yg efektif buat selesaiin masalah ini,
Malah timbul masalah baru, pemerintah mentargetkan seluruh wni tervakainasi, dlm banyak bantahan, pemerintah tetap "memaksaka" kehendak nya secara terselubung agar rakyat mengikuti apa yg telah di program kan,
Mereka dlm hal ini pemerintah mengunakan institusi nya untu "menekan" kesadaran rakyat nya untuk ikut program vaksinasi tersebut, dengan mengkait2kan data2 kependudukan, urusan yg berhubungan dgn administrasi kepemerintahan harus melampirkan surat vaksin, ini apa? Bukan kah ini sebuah kedzoliman?
Mudah mudahan ada orang yg mempunyai kompetensi di negeri ini yg mau me judical review keputusan pemerintah tersebut,
Karna dgn ada nya persyaratan surat vaksin disetiap urusan mengangkangi kebebasan wni untuk hidup berdampingan secara damai,
Tentu nanti akan berkembang wacana, yg tidak divaksin akan jd inang buat tersebar nya varian2 yg baru, tapi tunggu dulu, orang yang divaksin aja tetap bisa terinfeksi,
Lalu mereka akan berasumsi apa lagi yg tidak divaksin!
Tapi ingatlah vaksin hanya sebuah ikhtiar diantara sekian banyak ikhtiar yg bisa dilakukan,
Kalu mereka berasumsi untuk mencegah tingkat kematian, ini sebuah logika yg menyesatkan karna tak ada satupun vaksin yg bisa menghindarkan orang dari kematian
Jadi kematian itu hak dan jalan nya bisa bermacam2 salah satu nya oleh inveksi virus covid 19

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fiqih shalat

Sunnah nya membaca secara ber urutan

Takbir