Postingan

Takbir

 Takbir adalah kalimat yg agung, dan jadi jadi pembuka dari kegiatan ibadah yg paling utama yaitu shalat Dan termasuk rukun utama dari shalat, tapi ada hal hal yg harus kita perhatikan dan luruskan dalam bertakbir terutama dalamam pelafaz an nya    1. Tidak memanjangkan huruf hamzah pada lafzhul jalaalah, yaitu dengan mengucapkan aallaahu akbar, karena pemanjangan a akan mengandung arti pertanyaan "apakah" dan seakan ia mempertanyakan keagungan Allah.    2. Tidak memanjangkan huruf baa pada kata akbar, yaitu dengan mengucapkarr" allaahu akbaar atau" allaahu ikbaar'' , karena kata pertama adalah bentuk jamak dari kata al-kabr yang artinya gendang besar, dan kata kedua adalah nama lain untuk haid.  Apabila salah satu dari kata itu diucapkan tanpa sengaja dalam shalat maka shalatnya tidak sah. Sedangkan jika disengaja maka artinya ia telah menghina Tuhannya dan menyatakan diri keluar dari agama Islam. Nauzubillahi,    3.Tidak mentasydidkan huruf ...

Penit sebuah kesederhanaan

 ๐—ฃ๐—˜๐—ก๐—œ๐—งi Ada satu benda kecil yang sering kita abaikan, tapi kalau hilang, langsung panik: peniti. Sederhana, murah, dan kayaknya nggak ada apa-apanya.  Tapi tahukah kamu, benda ini punya cerita seru yang melibatkan kecerdikan, utang, dan sedikit keberuntungan? Peniti dan Utang Sang Penemu Semua berawal dari seorang pria bernama Walter Hunt, seorang penemu asal Amerika. Di awal 1800-an, Walter lagi pusing tujuh keliling karena utangnya menumpuk.  Bayangin aja, kalau dia hidup di zaman sekarang, mungkin dia jadi pelanggan setia aplikasi pinjol. Tapi karena nggak ada aplikasi semacam itu, Walter harus memutar otak mencari cara buat melunasi utangnya. Nah, suatu hari, dia lagi duduk-duduk sambil main-main dengan seutas kawat. Tanpa sengaja, dia membentuk kawat itu menjadi sesuatu yang menyerupai penjepit kecil dengan ujung tajam yang bisa dikunci. "Eureka!" pikir Walter (atau mungkin dia cuma bilang, "Eh, lucu juga nih!"). Dari eksperimen iseng itu, lahirlah peniti...

Fiqih shalat

 Berdiri sebelum shalat atau dalam shalat termasuk rukun shalat, Adapun pendapat 4 Mazhab dalam hal ini sbb: Disunnahkan bagi para pelaksana shalat untuk merenggangkan kedua kakinya saat berdiri dan tidak merapatkannya, namun tidak juga terlalu lebar kecuali dengan alasan tertentu, seperti seseorang dengan berat tubuh yang berlebih (obesitas) atau semacamnya. Untuk jarak yang tepat antara kedua kaki tersebut para ulama berbeda pendapat. Menurut madzhab Hanafi: jarak antara satu kaki dengan kaki yang lainnya adalah empat jari, dan hukumnya makruh jika lebih atau kurang dari itu. Menurut madzhab Asy-Syaf i: jarak antara kedua kaki itu kira-kira satu jengkal, dan hukumnya makruh jika jarak nya lebih dari itu. Menurut madzhab Maliki: merenggangkan kedua kaki itu tidak sampai disunnahkan, namun hanya dianjurkan saja. Dan, anjurannya adalah untuk merenggangkan antara keduanya dengan jarak yang waiar, hingga tidak terkesan terlalu rapat atau terlalu lebar menurut kebiasaan yang berlaku. P...

Sunnah nya membaca secara ber urutan

 Orang yang shalat makruh hukumnya membaca surat atau ayat dengan urutan yang lebih awal pada rakaat yang lebih akhir. Misalnya dengan membaca surat Al-Insyirah (94) pada rakaat pertama dan membaca surat Adh-Dhuha (93) pada rakaat yang kedua. Atau membaca ayat kesembilan dari surat Asy-Syams pada rakaat pertama: " Sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu)." (Asy-Syams [91]: 9) lalu membaca ayat pertama dari surat Asy-Syams pada rakaat kedua: " Demi matahari dan sinarnya pada pagi hari." (Asy-Syams [91]: 1) Adapun jika ada seseorang mengulang dalam membaca satu surat pada satu rakaat atau pada dua rakaat, maka hukumnya makruh, baik ketika melaksanakan shalat fardhu ataupun shalat Sunnah asalkan ia hapal surat-surat yang lain selain surat tersebut. Hukum ini disepakati oleh madzhab Maliki dan Asy-Syaf i, sedangkan untuk madzhab Hambali dan Hanafi dapat dilihat pada catatan kaki. Menurut madzhab Hanafi: hukum tersebut hanya berlaku untuk shalat fardhu saja,...

Khotbah jumat

 Maasyirol muslimin rahimimakumullah, Wasiat taqwa kami hari ini adalah, Pertama, Marilah kita senantiasa meningkatkan ketaqwaan kita kepada allah subhanalahu wataร la dengan sebenar benar taqwa, Dengan menjalankan semua perintah nya dan menjauhi larangan nya dgn sebaik mungkin, Karna taqwa itulah sebaik2 bekal bagi mu untuk kehidupan dunia dan akherat mu Kedua, Sebagai muslim janganlah sekali kali kita meninggalkan shalay dgn sengaja tanpa udzur yg di benarkan sareat Karna shalat itu tiang agama mu, Baik shalat mu maka baik agamamu, dan jika rusak shalatmu maka rusak pula agamamu Ada banyak keringanan yg agama berikan untuk kita asal jgn meninggalkan shalat, Mungkin karna kesibukan, atau dalam safar, maka ada yg namanya jamak, menggabungka 2 shalay yg berdekatan,qbosar, meringkas shalat cuman menjadi dua rakaat, jamak qozar, mengabungkan dan meringkas shalat berdekatan dgn dua rakat, dua rakaat, dan ada yg namanya qodho, yItu mengganti ya dilain waktu. Jika kita dlm kunjungan kesua...

Kemulian karna ketaqwaan

 Bismillah, Kemuliaan seseorang itu ditentukan oleh ketaqwaan nya kepada Allah , bukan karna nasab nya Inna akromakum indallahi atqokum, orang yg mulia diantara kamu disisi Allah adalah mereka yg bertaqwa Sekarang lagi viral orang orang mempedebatkan masalah nasab terutama nasab mereka yg katanya tersambung kepada baginda Nabi Salallahu Alahi wassalam, Tentu yg mempermasalahkan ini adalah mereka2 yg punya masalah dengan golongan tersebut, tapi bagi kita sesama muslim, kita diajarkan untuk menghormati sesama muslim apalagi mereka yg faqih dlm masalah agama Kembali lagi kepada masalah kemuliaan td, mereka2 yg ingin mengejar kemuliaan dunia, mereka akan dapatkan itu tapi mereka bisa kehilangan kemuliaan akherat mereka, karna ada ujub rita sumร h dan kesombongan disana, namun mereka yg mencari kemuliaan kehidupan akherat mereka maka mereka akan mendapatkan kedua nya, Sekarang mereka rame rame ter sudutkan, dipermasalahkan nasab nya, dari kejadian ini kita bisa ambil pelajaran bahwa, ket...

Setiap amal tergantung niat

 Bismillah Setiap amal yg kita lakukan nilainya tergantun apa yg kita niatkan Sebagaimana sabda baginda Nabi Salallahu ร lai wassalam dlm hadist sahih bukhari menjelaskan hijrah seseorang tergantung apa yg dia niatkan, klu hijrah nya karna seorang wanita maka dia tidak akan boleh pahalah dr hijrah nya tsb, Lalu setelah niat kita lurus karna A llah, lalu amal yg kita lakukan jd maksiat bg orang lain apakah kita boleh dosa nya juga??? Menurut pendapat ku kita tidak akan ikut berdosa karna nya karna niat kita mendahului perbuatan yg kemudian mereka lakukan, Karna Allah Subhanallah wataร la akan menimbang dgn teliti atas setiap amal kebaikan atau keburikan walau sebesar zarrah pun, Jd jgn jd kan halangan kita untuk beramal, ketakutan2 seperti itu, apalagi amal itu sifatnya habluminannas, Karna disamping kita menjaga hubungan dgn Allah kita juga wajib menjaga hubungan sesama manusia, Karna jika hubungan dgn manusia kita renggang, maka akan berpengaruh kepada hubungan kita kepada Sllah Sub...