apa yg kita khawatiikan belum tentu itu yg akan terjadi

Bismillah

Berawal kisah disuatu disun terpencil, hiduplah sepasang suami istri, yg kerja nya sehari-hari adalah berkebun, menanam sayuran yg akan dijual setiap akhir bulan ke kota,
Mereka disetiap ujung bulan pergi kekota membeli keperluan hidup mereka untuk satu bulan, mereka membeli lauk pauk ikan dan segalamacam nya,
Sahdan dirumah petani itu hidup pula satu keluarga tikus, dengan anak2 nya yg bnyk,
Sang bpk tikus kemudian mengumpulkan anak-anak dan istri nya, bahwasanya ini sdh di penghujung bulan, kita akan makan enak anak anak ku kata sang bapak tikus, lalu sang bpk tikus itu mengelilingi belanjaan petani itu, semua mkn yg lezat2 ada, ada ayam potong, daging, ikan, asin, ikan laut dan sebagainya, dalam hati nya sang bpk tikus berkata, waktunya berpesta, lalu tanpa sengaja dia menginjak sebuah benda, tapi bukan makanan, tapi sebuah perangkat tikus, sontak saja sang bapak tikus terkejut, dan buru buru kembali ke lobang nya dan mengumpulkan anak-anak nya, dan memberitahu bahwasanya sekarang sdh tidak aman lagi, lalu dia mengingatkan keluarga nya untuk berhati-hati,
Pendek cerita karna takut terjebak perangkap, itu keluarga tikus tidak ada yg berani menyentuh perbekalan petani tersebut,
Pada suatu malam keluarlah bapak tikus untuk mencari makan di kebun di belakang rumah, tiba2 dlm semak2 sang bpk tikus berjumpa dengan seekor ular kobra yg kelaparan, tapi melihat si tikus sedih dan murung bertanyalah sang ular kepada sang tikus, hai tikus kenapa kau bersedih nih??
Kenapa aku tak bersedih ular aku sdh khawatir tidak bisa lagi menghidupi keluarga ku, karna tuan rumah tempat ku tinggal telah mengetahui kehadiran kami dan bersiap siap untuk membasmi kami ular, kata bpk tikus,
Lalau sang ular berkata malang benar nasib mu tikus, pulang lah kesarang mu, hari ini rasa laparku hilang karna aku kasihan padamu, pulang lah kata sang ular, tapi dgn satu syarat jangan kau sampai berjumpa dgn ku lagi di sini, aku tidak akan melepaskan kamu lagi,
Dengan langkah gontai dan lesu pulanglah sang tikus ke lobang nya, dlm perjalanan dia bertemu ayam, dan mengadukan nasib nya, lalu kata ayam, itu derita lu tikus, makanya jangan suka mencolong makanan orang, bertambah sedih lah sang tikus memikirkan nasib keluarga nya, anak anak nya yg harus dia kasih makan, tanpa terasa sampailah sang tikus itu dikandang kambing, lalu sang tikus kembali curhat tentang nasib yang bakal menimpa dia dan anak2 anaknya, lalu sang kambing bilang itu maslah kamu, maka nya jangan suka mengambil yg bukan hak mu, aku tiap hari dikasih makan dan minum yang cukup, pulanglah ke anak istri mu kata sang kambing, bertambah dalam lah kedukaan sang tikus, bagaimana nasib keluarga nya, anak anaknya,
Lalu berjumpalah sang tikus dengan sapi piaraan sang petani, lalu tikus tersebut menceritakan juga deritanya, bahaya yg bakan mengancam keselamatan keluarga nya, 
Kata sang sapi itu salah lu tikus, aku patuh pada majikan ku, aku dikasih padang rumput yang luas, sehingga aku tidak khawatir tentang apa yg bea6ok aku makan,
Pulang lah kekeluarga mu kata sang sapi,
Lalau pada malam nya sang petani mulai memasang perangkap tikus disetiap pojok rumah nya, melihat itu sang tikus tidak berani keluar dari sarangnya,
Tiba-tiba tengah malam terdengar ribut2 di dapur, mendengar itu keluarlah istri aang petani, dan melihat seekor ular kobra terjebak di perangkat tikus yg dipasang suami nya, sang ular karna ketakutan lalu mematuk istri sang petani itu, hingga pingsan, melihat kejadian itu, murkalah petani itu, si ular di pukul nya hingga mati,
Tak lama berselang sang istri nya dilarikan ke rumah sakit karna masih belum sadar,
Mendengar hal tersebut keluarga si petani menyarankan agar membikin kan sop ayam untuk istri nya, agar cepat siuman,
Lalu pulang lah petani itu memotong ayam nya, lalu mbikinkan sup untuk istri nya,
Tapi istri nya masih belum juga siuman, lalu ada saudara nya bilang, yg bagus untuk obat istri nya adalah sop hati kambing, karna saking sayang nya, dan kepengen istri nya cepat pulih, pulang lah sipetani itu dan memwotong kambing nya, dan membuat aop hati untuk istri nya,
Tapi malang tak bisa ditolak mujur tak dapat diraih, bisa ular itu akhirnya merenggut nyawa istri petani itu,
Pendek cerita untuk menghormati istri nya perani itu mengadakan takziah dan sedekahan untuk mendiang istri nya beliau mengundang sanak keluarga jiron tetangganya, untuk itu dia memotong sapi nya untuk menjamu tetamu nya,
Demikian lah cerita nya karna istri nya meninggal sang petani tidak lagi tinggal di kebunnya dia ikut saudara nya pindah keperkampungan, lalu tinggalah sang tikus dengan keluarga nya, dengan mewarisi rumah dan segala isinya 
Jadi apa yang ditakutkan sang tikus  itu belum tentu itu yang akan terjadi padanya, dan mereka yg merasa nyaman belum tentu jg untuk selama nya
Wassalam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fiqih shalat

Sunnah nya membaca secara ber urutan

Takbir